Andalan

Susu Ultra (1982)

Sangat tepat anda membeli Susu Ultrajaya. Femina, 7 September 1982. Iklan sejenis juga muncul di edisi Femina lainnya, atau majalah sejenis. (Flickr)

Penulis sepakat dengan iklan simpel ini.

Susu Ultra adalah susu murni buatan Ultrajaya Milk Industry sejak 1975. Sebagai produk utama alias flagship mereka, Susu Ultra saat awal baru memproduksi 3 rasa, susu putih, cokelat dan stroberi, yang sampai sekarang masih bertahan.

Lupakan lini produk lain Ultrajaya Milk, akan dibahas di iklan lain. Berdasarkan iklan yang muncul, susu Ultra hanya tersedia dalam kemasan 250 mL, sementara kemasan yang lebih kecil (180 mL) dan lebih besar (330 mL) baru muncul belakangan, mungkin sejak dekade 2010 yang lalu. Secara corak desain kemasannya, cukup sederhana seperti produk era 1980an lainnya. Susu kemasan Ultra menggunakan teknologi UHT untuk membunuh patogen pada susu, dan memastikan susu bisa dinikmati dalam waktu lama tanpa perlu masuk ke kulkas.

Rasa-rasa tambahan susu Ultra yaitu rasa Moka, karamel dan ubi talas (taro) baru muncul sejak sekitar 2018, sementara varian susu skim untuk susu putih dan cokelat muncul terlebih dahulu.

Penulis blog memiliki saham Ultrajaya Milk Industry. Berapa lembar? Ratusan. Lebih.

Sumber tambahan: http://www.ultrajaya.co.id/investor-relation/annual-report/ind

Santan Kremko (1985)

Santan Kepaka Kremko - Femina, 14 Mei 1985
Tidak banyak yang dibahas dari merk ini. Femina, 14 Mei 1985

Kremko adalah merk santan instan lokal yang diproduksi oleh United Coconuts Tina Indonesia (Unicotin) dan didistribusikan oleh POLEKO (satu pabrik dengan Unicotin) dan Tjipta Niaga (sekarang Perusahaan Perdagangan Indonesia). Dikemas dalam bentuk kalengan dan sachet, santan instan ini mungkin menjadi pionir dari santan kemasan sebelum merek Kara yang lebih populer di pasaran sejak awal 2000an.

Capri-Sonne (1987)

Capri-Sonne - Gadis, 30 Juli 1987
Luapan kesegaran itu akhirnya sirna sudah. Gadis, 30 Juli 1987

Capri-Sonne alias Capri-Sun adalah merek minuman jus buah-buahan asal Jerman yang di Indonesia, saat ini tidak diproduksi. Merk ini di negara aslinya, Jerman, diproduksi Rudolf Wild sejak 1969. Merk Capri-Sonne saat pertama muncul pada 1985, di kala itu diproduksi oleh PT Aorta di Semarang, dan sempat diekspor.

Sayangnya, merk ini eksistensinya di Indonesia kurang konsisten. Penulis punya pengalaman meminum ini sekitar tahun 2005, saat masih SD, dan itu bertahan singkat. 13 tahun kemudian, Tiga Pilar Sejahtera menjual lagi merk Capri Sonne, dan juga tidak bertahan lama. Bahkan penulis saja tidak tahu ada merek itu di pasaran.

Sumber:

Birkin (1982)

Birkin - Femina, 7 September 1982
Persembahan Dr. Dralle bagi perawatan rambut. Femina, 7 September 1982

Birkin adalah merk shampoo dan tonik yang diproduksi oleh perusahaan kosmetik Jerman bernama Dr. Dralle, sejak tahun 1920 untuk pasaran Indonesia. Merk ini, pasca Dr. Dralle dicaplok L’Oreal pada tahun 1991 dan sekarang menjadi bagian dari lini produk Garnier tersebut masih eksis, tetapi sudah tidak dijual di Indonesia. Sebaliknya, Divisi NR Dr. Dralle sudah menjadi bagian dari perusahaan PMDN. Terbuat dari sari daun birch, merk ini pertama muncul di pasar dunia mulai tahun 1889.

Di era 1980an dan 1990an, Birkin adalah pesaing serius dari banyak merk shampo yang dijual di Indonesia; Sunsilk dari Unilever adalah pesaing beratnya. Sepertinya produsen sampo/tonik ini ingin terlihat menarik dengan mempertahankan bahasa Jerman di kemasannya. Dralle tahu caranya merawat rambut.

Sumber:

Tang (1977)

Tang - Kartini, 26 Desember 1977
Mungkin pionir dari minuman jeruk instan di Indonesia. Belum terverifikasi. Kartini, 26 Desember 1977

Minuman jeruk siap seduh merk Tang sudah ada di dunia sejak 1950an, di Indonesia sendiri merk ini sangat tidak terkenal dan hanya numpang lewat di tahun 1970an dan 1980an, walau mendahului keberadaan merk jus NutriSari buatan lokal (Nutrifood) yang lebih berhasil dan menarik banyak minat di Indonesia. Diiklankan sebagai minuman segala musim, merk Tang kemungkinan adalah impor, tidak diproduksi murni di negeri ini.

Berkat pemakaiannya oleh Badan Antariksa Amerika Serikat alias NASA, merk Tang milik General Foods meledak di pasar asalnya, Amerika Serikat, dan telah mendunia. Sekarang merk Tang ada di tangan Mondelez, yang mempersembahkan Oreo dan Kejucake kesayangan anda.

Sumber dari Wikipedia. Apa yang penulis bisa dapatkan? Tang = Xing Fu Tang. Betapa begonya internet negara ini. As oaf as Lion-O, as lazy as Louie.

Sabun Cap Tangan (1986)

Sabun Cap Tangan - Bali Post, 7 Mei 1986
Multiguna. Bali Post, 7 Mei 1986

Cap Tangan adalah nama lama dari merk sabun Sunlight. Sabun yang sekarang digunakan hanya untuk mencuci perabotan dapur dan makanan ini awalnya merupakan sabun serbaguna, seperti yang diperlihatkan di iklan yang dicetak di harian Bali Post, konon bisa dipakai untuk cuci mobil dan cuci baju.

Sabun ini sudah diproduksi oleh Unilever di Indonesia sejak era 1930an dengan dibukanya pabrik Zeepfabrik di Jakarta. Dulunya berbentuk batangan, pada tahun 1973 Sunlight memperkenalkan varian sabun cari dari Sunlight seperti yang kita lihat saat ini. Ada yang tahu sejak kapan merk ini berhenti dijual dalam bentuk batangan?

Tevemania, siap-siaplah berhenti menyampah di kolom komentar ya…..

Sumber:

GAF ViewMaster

GAF View-Master - Kartini, 26 Desember 1977
VR zaman dulu. Kartini, 26 Desember 1977

VR zaman dahulu ya kayak gini. Inilah ViewMaster, sebuah mainan, kata orang tua generasi sekarang, atau alat khusus untuk melihat gambar secara tiga dimensi. Viewmaster sudah ada sejak 1919 di Amerika Serikat; tidak diketahui sejak kapan produk ini masuk Indonesia. Seharusnya penetrasi pasar Viewmaster bisa lebih bagus bila melihat cabang-cabang dari penyalurnya: Modern Photo Film, mengingat bisa dibeli di toko-toko alat foto.

Tidak ada tanda-tanda bahwa iklan ini memperkenalkan produk yang saat itu masih terdengar asing bagi anak-anak Indonesia. Dahulu, mainan buatan Mattel (di iklan, General Aniline & Film) bisa digunakan untuk bersenang-senang dengan melihat gambar 3D sebuah tempat atau adegan (tagline “lucu, mendidik, menghibur” merefleksikan penggunaan tersebut); tetapi sekarang dianggap sebagai mainan anak-anak.

Saat ini produk Viewmaster agak jarang di Indonesia karena perubahan yang terjadi dalam industri mainan anak-anak; anak-anak semakin keranjingan bermain video game dan sekarang ponsel pintar, dan Viewmaster sudah tergantikan oleh kacamata virtual reality. Belum juga penggunaan yang sangat berat dari anak-anak sehingga mainan ini kerap masuk tempat sampah, menjadikan ViewMaster barang antik yang sangat diincar kolektor.

Untuk cara pemakaiannya dan bahasan lebih lengkap mengenai ViewMaster, anda bisa membaca blog seorang penggemar stereografi disini.

Ovaltine Choco (1988)

Ovaltine - Kartini, 25 Juli 1988
Merk dunia yang sering keluar masuk Indonesia. Kartini, 25 Juli 1988

Ovaltine adalah merek minuman asal Swiss yang sering muncul dan hilang dari pasaran Indonesia. Ini adalah iklan Ovaltine rasa cokelat, yang sebenarnya menjadi hal biasa, karena biasanya Ovaltine dijual mengandung malt, telor, susu dan cokelat. Beberapa varian ternyata tidak mengandung cokelat, dan itu tidak dijual di Indonesia. Susu Ovaltine diedarkan oleh Diamond Cold Storage, yang memang kalah populer di akar rumput bila dibanding, misalkan, Susu Ultra, Indomilk atau Susu Bendera.

Biskuit Selamat (1988)

Biskuit Selamat - Kartini, 25 Juli 1988
Masih Selamat di Tangan Ceres. Kartini, 25 Juli 1988

Inilah merk biskuit cokelat yang sampai saat ini masih bertahan di tengah perang biskuit yang ketat. Kini diproduksi oleh Ceres Food Industries di Bandung, Jawa Barat, biskuit cokelat ini disebut sudah ada sejak 1970an menurut laman resmi Grup Delfi yang memegang hak merek produk-produk Ceres. Perbedaan Selamat masa lalu dengan masa sekarang, adalah sekarang tidak memakai embel-embel Van Houten dan tidak menyediakan rasa moka dan jeruk.

Sumber: http://web.archive.org/web/20200221045213/https://www.delfilimited.com/business_brands.html