Daihatsu Hiline GTL (1988)

Daihatsu GTL - Kartini, 25 Juli 1988
Mobilnya Perjaka bagi Para Wanita Berwatak Tangguh. Kartini, 25 Juli 1988.

Mobil lelaki di majalah perempuan? Kenapa tidak. Bisa dibilang Daihatsu sangat jago beriklan di majalah manapun selama bisa merebut pangsa pasar. Penulis janjikan iklan Daihatsu Charade dan Feroza seri F70, yang muncul di majalah arsitektur Laras belakangan hari.

Penulis menemukan iklan ini di majalah Kartini edisi 1988. Sepertinya iklan ini merupakan iklan GTL facelift, atau mungkin GTL baru diperkenalkan di tahun tersebut, penulis belum 100 persen paham, dan ditujukan untuk pemobil yang ingin “station wagon” (itu sebenarnya SUV) untuk keluarga mereka. Sebelumnya Daihatsu Hiline baru tersedia dalam sasis pendek atau GTS. Di masanya, mungkin suspensi yang dikatakan Charis Alfan agak keras dan kurang nyaman diklaim mulus dan lembut, dan mesin diesel 2,7 liter warisan Daihatsu Delta yang sekarang lebih berisik dari mesin common rail injection mobil diesel modern.

Di jalanan, mungkin di Bali, Daihatsu Hiline GTL, kode sasis F69, cukup jarang terlihat dibanding dengan GTS.

Detil selengkapnya bisa dibaca disini: https://www.mobilmotorlama.com/2017/08/daihatsu-taft-hiline-f69.html

Gayatri (1987)

“Gayatri, tradisi putri bahari untuk gaya putri masa kini.” Bali Post, 12 Februari 1987

Inilah iklan kecantikan yang tidak lagi rasis dan misoginis. Di era 1980an dan 1990an, PT Vitapharm, produsen kosmetik Viva yang sangat populer hingga saat ini, memproduksi kosmetik Gayatri, yang iklannya lebih menonjolkan keindonesiaan. Di iklan yang menawarkan lotion kulit ini, tidak ada kata yang menonjolkan kulit putih. Hanya menonjolkan kulit yang bersih, jernih dan harum. Dan kata jernih ini terbuka untuk diinterpretasikan.

Sekitar 1991 pertengahan, Vitapharm juga memproduksi make-up dan lipstik bermerek Gayatri. Sayang merek Gayatri sudah tidak ada; Vitapharm hanya memfokuskan diri pada merk Viva Cosmetics yang lebih senior dan lebih berhasil di pasaran. Iklan TV-nya juga masih menonjolkan ciri khas keindonesiaan.

Iklan Gayatri, ca. 1991. Uploader iklan ini adalah seorang eksekutif biro iklan asal Australia yang pernah menggarap iklan di Indonesia.

Sudah waktunya biro iklan Indonesia berhenti memproduksi iklan yang menjanjikan lotion “yang menjamin kulit putih terang”, karena terdengar dan diinterpretasikan sebagai kampanye rasis. Iklan Gayatri ini sepertinya cukup paham soal masalah tersebut, karena pemerintah Orde Baru sendiri sangat sensitif dengan isu-isu SARA.

Susu Dafa (1982)

Susu DAFA - Femina, 16 November 1982
Pionir kopi susu di Indonesia? Femina, 16 November 1982.

Merk susu ini anda tidak pernah anda dengar. Penulis baru tahu ada susu bermerek DAFA di Indonesia di tahun 1980an awal, mungkin 1970an akhir, melalui iklan majalah. Dalam iklan ini mereka menawarkan 4 rasa “yang menarik”. Susu murni manis, cokelat dan arbei sudah hal biasa; DAFA harus berkompetisi dengan Susu Ultra untuk susu kemasan UHT. Tetapi, ide kopi susu dalam kemasan ini sangat asing di masanya. Bisa dibilang Kopiko 78 dan Good Day sudah keduluan brand yang entah kapan berhenti berproduksi. DAFA adalah singkatan dari Dairy and Farmers-Cooperatives Associates, nama perseroan industri susu ini.

Ketika penulis menyerahkan sumur iklan pribadi ke sebuah fan page Facebook, iklan ini tiba-tiba menjadi bahan ledekan, karena nama orang Dafa banyak ditemukan di negeri ini, kadang disertai komentar-komentar cabul. Tapi, menyangkut rasa, susu DAFA rasa kopi berpeluang menjadi pionir dari kopi susu kemasan di Indonesia.

Superbusa (1982)

Tidak secemerlang dahulu. KOMPAS, 2 Mei 1982. Link

Diatas merupakan iklan deterjen batangan merk Superbusa yang diproduksi pada tahun 1980an awal. Di masa tersebut deterjen batangan memang sangat populer, karena, alasannya cukup sederhana, saat itu orang mencuci baju dengan papan dan anda kucek sendiri di batu atau papan kucek, orang tua penulis tahu lebih banyak soal deterjen bubuk. Zaman itu belum ada mesin cuci, dan kalaupun ada, hanya kalangan kelas atas yang mampu membelinya.

Dengan kemajuan zaman, dan populernya deterjen-deterjen kotak dan mesin cuci, bahkan dengan munculnya laundromat alias jasa binatu/penatu, deterjen batangan kehilangan gaungnya, bahkan sekarang sudah punah. Kalaupun ada, jumlahnya sedikit.

Mungkin ada di antara anda, yang tahu siapa produsen deterjen Superbusa? Ada yang tahu ada merek sejenis, dan terakhir kali diproduksi?

Semoga Tuhan membimbing netizen Indonesia, dan penulis blog, menguak misteri merk Superbusa.

Nescafe (1989)

Kenikmatan tiada dua sejak 1978. Saat diiklankan, produksi lokal sudah berlangsung 11 tahun. Majalah Eksekutif, Juni 1989.

Iklan Nescafe yang dicetak di majalahnya si Paman Gober dan pejabat-pejabat berduit tebal lainnya seperti Eksekutif ini sangat menonjolkan mudahnya Nescafe di pasar global. “Ke manapun saya berpergian, apakah ke New York, Roma, ataupun di Jakarta ini….. saya selalu dapat menikmatinya”, pungkas “kutipan” dari aktris Zoraya Perucha mengenai Nescafe. Apa memang Perucha menyukai kopi Nescafe, penulis tidak begitu tahu. Itulah iklan.

Produksi kopi Nescafe di Indonesia sudah dilakukan sejak 1978, dan saat ini sudah merambah ke beberapa lini kopi, termasuk kopi latte dan berkaleng.

Sumber tambahan:

Disney Comics (1994)

Harta terpendam itu sudah menjadi kenangan yang dipendam. KOMPAS, 6 Maret 1994

Hari ini merupakan hari tergetir bagi penggemar Donal Bebek di tengah kondisi ekonomi global yang menurun dan pandemi yang masih membayangi banyak toko buku di Indonesia.

Ya, Donal Bebek akhirnya berhenti terbit di edisi nomor 2019. Komik terbitan Gramedia tersebut adalah komik terakhir yang tumbang setelah banyak komik-komik Disney yang juga ikut bertumbangan. Misal dalam iklan ini, AWD (Album Walt Disney), Gufi, Miki dan selanjutnya, Gladstone. Yang belum kelihatan di iklan ini adalah komik saku Paman Gober, kini cuma terbit edisi tematisnya.

Penulis pernah menikmati komik Donal Bebek di masa jaya Disney Classics di awal 2000an. Kisah sehari-hari Donal Bebek, Paman Gober dan keponakan mereka Kwik, Kwek dan Kwak, pacar Donal Desi Bebek, penuh petualangan dan kehidupan jenaka mereka sehari-hari.

Dengan berakhirnya ADB, mungkin harapan satu-satunya anda untuk berjumpa Donal Bebek, selain membaca bekasannya, adalah dengan menonton DuckTales reboot yang menurut penulis, jauh dari kata nuansa Donal Bebek, karena Donal sendiri jarang muncul. Paling Paman Gober, Kwik, Kwek, Kwak dan Webby yang berpeluang menjadi kekasih Kwek.

SDRT dan iklan televisi

Grundig Colour TV
Sorry, No television adverts……… Foto pribadi.

Jika anda menginginkan Sejarah Dari Rak Toko membahas iklan televisi, kabar buruk muncul dari penulis yang melihat langsung, betapa rendahnya apresiasi pada pengunggah rekaman tersebut.

Hal ini bisa dilihat dari komentar orang yang mengoleksi rekaman televisi yang penulis SDRT pernah kontak. Seluruh tanggapan dari mereka, secara tersirat menolak rekaman iklan yang mereka temukan diunggah ke penyedia video semacam YouTube dan Dailymotion akhir-akhir ini, apapun metodenya untuk menyembunyikan rekaman tersebut dan dilihat kalangan tertentu. Ada rasa trauma bahwa iklan mereka yang diunggah dicuri secara tidak bertanggung jawab oleh beberapa orang, dan salah satunya sudah melangkah lebih jauh dengan tidak mengunggah sejak awal. Ia hanya pamer lewat story Instagram alias, dalam bahasa penulis, “disposable posts”.

Hal ini memang akibat dari, seperti yang saya singgung di awal dibukanya blog ini, spektrum autisme beberapa fans iklan yang sayangnya tidak dipahami oleh masyarakat Indonesia. Atau beberapa orang yang menganggap rekaman iklan ibarat jatuh dari langit, mengingat penetrasi penjualan palwa kosong Betamax dan VHS yang tidak seberhasil VCD dan DVD, dan jarang diantara mereka memahami fungsi player tersebut untuk merekam siaran televisi untuk ditonton lagi di rumah. Bahkan kalau mereka punya playernya dan tahu cara merekam, ada tendensi bahwa iklan dianggap menganggu kenyamanan menonton sehingga mereka merekam acara tersebut dengan remote siap sedia menghentikan rekaman saat iklan mengudara. Hal ini membuat iklan menjadi langka di rekaman acara televisi.

Karena penulis setidaknya memahami keluh kesah para kolektor iklan yang dimaksud, kecuali rekaman iklan yang diunggah oleh biro iklan atau eksekutif iklan dan rekaman iklan TV dari arsip penulis blog SDRT sendiri, tidak ada rekaman iklan televisi yang akan dihadirkan oleh blog SDRT. Penulis akan memfokuskan diri pada iklan majalah dan surat kabar. Karena iklan pada kertas mudah didapat dan tidak memiliki atensi sekeras para ABK mania rekaman TV.

Maafkan saya atas semua kekesalan soal mereka, tapi untuk saat ini, penulis matikan kolom komentar agar anak-anak yang akhirnya masuk blog ini untuk tidak kesetanan minta apa-apa di blog SDRT.

Tropicana Slim (1982)

Banyak varian Tropicana Slim mulai dari biskuit sampai pemanis. Femina, 23 November 1982.

Mungkin anda melihat Tropicana Slim saat ini identik dengan susu rendah kalori dan pemanis bebas gula, dan dipasarkan untuk orang penderita diabetes. Mungkin saat produk ini pertama diperkenalkan, masalah diabetes mellitus di Indonesia belum menjadi bahasan serius di kalangan masyarakat. Seperti di iklan Femina pada tahun 1982 ini, lebih menonjolkan pada diet berkalori rendah. Walau, ada imbuhan kata “aman bagi penderita diabetes”.

Sementara produsennya sendiri, Nutrifood Indonesia, baru berusia 3 tahun saat iklan ini muncul di majalah kaum hawa Indonesia. Kemungkinan iklan sejenis beredar di edisi lain Femina atau majalah-majalah kompetitor sekitar 1982-1983. Untuk logonya sendiri, kemasan susu diet dan biskuit (diet cookies) dan diet orange juice menjadi penanda bahwa logo yang sekarang digunakan oleh Tropicana Slim sudah digunakan mungkin lebih awal dari 1982, atau dalam kata lain masih transisi, tapi realita pasarnya, misterius.

Secara garis besar, dalam iklan ini, Tropicana Slim hanya memiliki 6 produk, susu skim, sirup, pemanis artifisial, biskuit (diet cookies), agar-agar mix dan diet orange juice. Kemasan pemanis artifisial Tropicana Slim dan Diet Orange Drink menggunakan kemasan yang identik saat ini dengan Nutrisari. Agar-agar mix sudah tidak diproduksi lagi.

Tetapi saat ini Tropicana Slim tak melulu pemanis artifisial dan susu skim. Dari iklan ini, 5 diantaranya masih diproduksi, dan kini produk bermerek Tropicana Slim, sudah memiliki lebih banyak lini produk setelah 41 tahun diproduksi (saat ditulis pada Juni 2020), seperti minyak goreng jagung, santan rendah lemak, kecap, kopi bubuk, madu, gula jawa, dan bahkan selai. Pemanis buatan kini memiliki varian alaminya bernama Stevia (konon dari ekstrak daun Stevia rebaudiana yang mengandung pemanis steviol glikosida), dan sudah ada varian-varian tambahan dari pemanis buatan tersebut. Tapi tidak ada pemanis buatan dikemas dalam toples Nutrisari seperti dalam iklan.

Referensi tambahan: