Disney Comics (1994)

Harta terpendam itu sudah menjadi kenangan yang dipendam. KOMPAS, 6 Maret 1994

Hari ini merupakan hari tergetir bagi penggemar Donal Bebek di tengah kondisi ekonomi global yang menurun dan pandemi yang masih membayangi banyak toko buku di Indonesia.

Ya, Donal Bebek akhirnya berhenti terbit di edisi nomor 2019. Komik terbitan Gramedia tersebut adalah komik terakhir yang tumbang setelah banyak komik-komik Disney yang juga ikut bertumbangan. Misal dalam iklan ini, AWD (Album Walt Disney), Gufi, Miki dan selanjutnya, Gladstone. Yang belum kelihatan di iklan ini adalah komik saku Paman Gober, kini cuma terbit edisi tematisnya.

Penulis pernah menikmati komik Donal Bebek di masa jaya Disney Classics di awal 2000an. Kisah sehari-hari Donal Bebek, Paman Gober dan keponakan mereka Kwik, Kwek dan Kwak, pacar Donal Desi Bebek, penuh petualangan dan kehidupan jenaka mereka sehari-hari.

Dengan berakhirnya ADB, mungkin harapan satu-satunya anda untuk berjumpa Donal Bebek, selain membaca bekasannya, adalah dengan menonton DuckTales reboot yang menurut penulis, jauh dari kata nuansa Donal Bebek, karena Donal sendiri jarang muncul. Paling Paman Gober, Kwik, Kwek, Kwak dan Webby yang berpeluang menjadi kekasih Kwek.

SDRT dan iklan televisi

Grundig Colour TV
Sorry, No television adverts……… Foto pribadi.

Jika anda menginginkan Sejarah Dari Rak Toko membahas iklan televisi, kabar buruk muncul dari penulis yang melihat langsung, betapa rendahnya apresiasi pada pengunggah rekaman tersebut.

Hal ini bisa dilihat dari komentar orang yang mengoleksi rekaman televisi yang penulis SDRT pernah kontak. Seluruh tanggapan dari mereka, secara tersirat menolak rekaman iklan yang mereka temukan diunggah ke penyedia video semacam YouTube dan Dailymotion akhir-akhir ini, apapun metodenya untuk menyembunyikan rekaman tersebut dan dilihat kalangan tertentu. Ada rasa trauma bahwa iklan mereka yang diunggah dicuri secara tidak bertanggung jawab oleh beberapa orang, dan salah satunya sudah melangkah lebih jauh dengan tidak mengunggah sejak awal. Ia hanya pamer lewat story Instagram alias, dalam bahasa penulis, “disposable posts”.

Hal ini memang akibat dari, seperti yang saya singgung di awal dibukanya blog ini, spektrum autisme beberapa fans iklan yang sayangnya tidak dipahami oleh masyarakat Indonesia. Atau beberapa orang yang menganggap rekaman iklan ibarat jatuh dari langit, mengingat penetrasi penjualan palwa kosong Betamax dan VHS yang tidak seberhasil VCD dan DVD, dan jarang diantara mereka memahami fungsi player tersebut untuk merekam siaran televisi untuk ditonton lagi di rumah. Bahkan kalau mereka punya playernya dan tahu cara merekam, ada tendensi bahwa iklan dianggap menganggu kenyamanan menonton sehingga mereka merekam acara tersebut dengan remote siap sedia menghentikan rekaman saat iklan mengudara. Hal ini membuat iklan menjadi langka di rekaman acara televisi.

Karena penulis setidaknya memahami keluh kesah para kolektor iklan yang dimaksud, kecuali rekaman iklan yang diunggah oleh biro iklan atau eksekutif iklan dan rekaman iklan TV dari arsip penulis blog SDRT sendiri, tidak ada rekaman iklan televisi yang akan dihadirkan oleh blog SDRT. Penulis akan memfokuskan diri pada iklan majalah dan surat kabar. Karena iklan pada kertas mudah didapat dan tidak memiliki atensi sekeras para ABK mania rekaman TV.

Maafkan saya atas semua kekesalan soal mereka, tapi untuk saat ini, penulis matikan kolom komentar agar anak-anak yang akhirnya masuk blog ini untuk tidak kesetanan minta apa-apa di blog SDRT.

Tropicana Slim (1982)

Banyak varian Tropicana Slim mulai dari biskuit sampai pemanis. Femina, 23 November 1982.

Mungkin anda melihat Tropicana Slim saat ini identik dengan susu rendah kalori dan pemanis bebas gula, dan dipasarkan untuk orang penderita diabetes. Mungkin saat produk ini pertama diperkenalkan, masalah diabetes mellitus di Indonesia belum menjadi bahasan serius di kalangan masyarakat. Seperti di iklan Femina pada tahun 1982 ini, lebih menonjolkan pada diet berkalori rendah. Walau, ada imbuhan kata “aman bagi penderita diabetes”.

Sementara produsennya sendiri, Nutrifood Indonesia, baru berusia 3 tahun saat iklan ini muncul di majalah kaum hawa Indonesia. Kemungkinan iklan sejenis beredar di edisi lain Femina atau majalah-majalah kompetitor sekitar 1982-1983. Untuk logonya sendiri, kemasan susu diet dan biskuit (diet cookies) dan diet orange juice menjadi penanda bahwa logo yang sekarang digunakan oleh Tropicana Slim sudah digunakan mungkin lebih awal dari 1982, atau dalam kata lain masih transisi, tapi realita pasarnya, misterius.

Secara garis besar, dalam iklan ini, Tropicana Slim hanya memiliki 6 produk, susu skim, sirup, pemanis artifisial, biskuit (diet cookies), agar-agar mix dan diet orange juice. Kemasan pemanis artifisial Tropicana Slim dan Diet Orange Drink menggunakan kemasan yang identik saat ini dengan Nutrisari. Agar-agar mix sudah tidak diproduksi lagi.

Tetapi saat ini Tropicana Slim tak melulu pemanis artifisial dan susu skim. Dari iklan ini, 5 diantaranya masih diproduksi, dan kini produk bermerek Tropicana Slim, sudah memiliki lebih banyak lini produk setelah 41 tahun diproduksi (saat ditulis pada Juni 2020), seperti minyak goreng jagung, santan rendah lemak, kecap, kopi bubuk, madu, gula jawa, dan bahkan selai. Pemanis buatan kini memiliki varian alaminya bernama Stevia (konon dari ekstrak daun Stevia rebaudiana yang mengandung pemanis steviol glikosida), dan sudah ada varian-varian tambahan dari pemanis buatan tersebut. Tapi tidak ada pemanis buatan dikemas dalam toples Nutrisari seperti dalam iklan.

Referensi tambahan:

Waserba Circle K (1989)

Waserba Circle K - Majalah Eksekutif, Mei 1989
Dari majalah Eksekutif, Mei 1989.

Kalangan Dilanowcy (milennial) di kota-kota besar di Indonesia akan mudah mengenali lambang tersebut. Ya, Circle K adalah sebuah merk minimarket asal Kanada yang sudah ada di Indonesia sejak 1986 di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta. Iklannya sangat sederhana, hanya berisi “WASERBA” dan “BUKA 24 JAM”. Waserba adalah kependekan dari “warung serba ada”. Kadang di beberapa lokasi “warung serba ada” disingkat “Waserda”. Tidak ada informasi lain mengenai lokasi, yang saat itu keseluruhannya ada di Jakarta.

Di kampung penulis sendiri Circle K sangat mudah dijumpai di jalan utama sampai obyek wisata di Denpasar, Kuta, Jimbaran sampai Gianyar. Hal ini terjadi karena ekspansi besar-besaran yang dilakukan Alimentation Couche-Tard melalui anak perusahaannya Circleka Indonesia Utama.

Referensi tambahan:

  1. Wikipedia bahasa Indonesia: https://id.wikipedia.org/wiki/Circle_K
  2. Web resmi Circleka Indonesia: http://circlekindo.com/circlek.html

Stipo (1987)

Salah iklan? Stipo saja iklan ini. Gadis, 30 Juli 1987. Flickr

Inilah merk yang akhirnya selamanya dikaitkan dengan tinta putih yang dipakai mengoreksi kesalahan saat menulis, singkatnya “Cairan penghapus” per iklan yang ditampilkan. Mirip dengan cairan penghapus merek Re-Type yang menyediakan cairan pemutih dengan thinner-nya, merk ini sepertinya sangat populer, bahkan nama merk ini akan selamanya digunakan untuk menyebut correction pen alias pena penghapus alias cairan penghapus, walau merk Stipo sudah lama tiada di pasaran Indonesia. Merk lain yang juga mengalami hal yang sama dengan Stipo, adalah Tipp-Ex, merk yang sekarang dipegang oleh perusahaan bolpen Perancis, Bic. Merk Tipp-Ex juga sudah punah di rak-rak toko alat tulis di Indonesia.

Produsen tidak diketahui. Penulis membuat artikel ini dengan sedikit terburu-buru, di luar jadwal awal, karena kuatnya pengaruh merk ini terhadap kosa-kata Bahasa Indonesia.

Fast Food (1989)

Iklan mie instan Fast Food dari Indofood. Majalah Eksekutif, edisi Juli 1989

Pada tahun 1980an, kita sebut saja seperti itu karena ketiadaan data, Indofood juga memproduksi mie instan berkemasan mangkok yang anehnya bernama Fast Food. Ya, Fast Food. Bukan fast food restoran siap saji, tapi diartikan secara harfiah. “Fast Food” mungkin karena mienya dan bumbunya sudah ada di kemasan, dan langsung seduh seperti yang didapat pada Pop Mie, produk Indofood lainnya.

Seperti yang kita ketahui di foto di atas, saat diiklankan di majalah gaya hidup kelas atas Eksekutif, Fast Food terdiri dari 4 rasa, sup jagung, semur ayam, laksa bihun dan kari ayam. Merk ini diduga kalah saing dengan cup Pop Mie yang pertama beredar pada tahun 1987, sehingga merk ini tidak lagi muncul di rak-rak toko di Indonesia. Untuk rasa, kari ayam masih bisa ditemukan di mie-mie merk lain, tapi tidak untuk mie yang berkemasan mangkok seperti ini.

Tetapi, di abad 21 ini, Nissin-lah yang membuat mie instan berkemasan mangkuk kembali marak di pasaran melalui Newdles dan UFO, bahkan menurut penulis, jauh lebih memasuki pelosok melalui minimarket ketimbang Fast Food yang sepertinya hanya beredar di kota-kota besar Indonesia.

Referensi tambahan:

  1. Web resmi Pop Mie: https://www.popmie.com/page/about-us (arsip)
  2. Web resmi Nissin: http://nissinfoods.co.id/brand-menu (arsip)

Perkenalan

Contoh dari iklan. Spesifiknya, iklan acara di Emporium Pluit pada Juni 2018 di Jakarta. Tapi penulis tidak akan membahas ini karena usianya masih di bawah threshold 10 tahun. DuckTales @ Emporium Pluit, KOMPAS, 5 Juni 2018 hal.

Hi. Jika anda pecinta iklan lawas dan produk-produk yang masih beredar maupun yang pernah beredar di pasar Indonesia, disini tempatnya.

Penulis juga penggemar iklan-iklan lawas dari majalah-majalah jadul yang penulis koleksi atau temukan di pasar liar, baik dari majalah maupun dari rekaman televisi. Namun untuk rekaman televisi, penulis jarang menemukan ya…. kebanyakan rekaman diambil oleh kolektor lain sehingga penulis sepertinya memfokuskan diri pada iklan pada majalah. Tapi tetap saja mereka akan ada. 🙂

Mengapa iklan? Mungkin ada kaitannya dengan sebagian spektrum autisme beberapa pecinta iklan. Tapi iklan tidak hanya menarik mata para pembacanya; itu bukti bahwa produk itu benar-benar ada di Indonesia. Bahwa produk itu, mungkin saja menjadi terobosan di masanya, di pasar di negara dimana selera masyarakat sangat mudah berubah alias bandwagon dan akhirnya tenggelam setelah bertahun-tahun. Bahwa produk tersebut adalah pencipta tren di masanya (trendsetter). Potongan sejarah spesifik tersebut justru ada lewat iklan.

Catatan dari penulis; tidak seperti blog Setiap Gedung Punya Cerita yang juga diurus oleh blogger yang sama dan melibatkan sumber-sumber dari luar Internet, blog “Dari Rak Toko” adalah kebalikan dari SGPC: murni mengandalkan sumber-sumber dari Internet. Tujuannya sedikit lucu, agar akun WordPress si DBG masih bisa digunakan, dan karena sejarah arsitektur benar-benar menarik untuk ditelusuri dibanding iklan. Entah kenapa. Tetapi, tulisan baru dari blog ini diupayakan terbit satu artikel setiap hari Sabtu dan Minggu jam 5 sore, mulai Juli 2020. Artikel dan iklan yang temanya khusus, ditulis di hari acak.

Ada pertanyaan dan saran? Apakah anda tahu biro iklan pencipta iklan tersebut? Apakah anda tahu ada orang terkenal/bintang iklan yang muncul di iklan tersebut? Anda bisa menjawabnya melalui surel saya.

Pantangan dari blog ini satu: usia iklan dilarang berusia di bawah 10 tahun (seperti iklan DuckTales di atas). Iklan otomotif dan properti ditulis ala kadarnya karena sudah ada yang mengulas lebih detil (Mobil Motor Lama dan Setiap Gedung Punya Cerita).