SDRT dan iklan televisi

Grundig Colour TV
Sorry, No television adverts……… Foto pribadi.

Jika anda menginginkan Sejarah Dari Rak Toko membahas iklan televisi, kabar buruk muncul dari penulis yang melihat langsung, betapa rendahnya apresiasi pada pengunggah rekaman tersebut.

Hal ini bisa dilihat dari komentar orang yang mengoleksi rekaman televisi yang penulis SDRT pernah kontak. Seluruh tanggapan dari mereka, secara tersirat menolak rekaman iklan yang mereka temukan diunggah ke penyedia video semacam YouTube dan Dailymotion akhir-akhir ini, apapun metodenya untuk menyembunyikan rekaman tersebut dan dilihat kalangan tertentu. Ada rasa trauma bahwa iklan mereka yang diunggah dicuri secara tidak bertanggung jawab oleh beberapa orang, dan salah satunya sudah melangkah lebih jauh dengan tidak mengunggah sejak awal. Ia hanya pamer lewat story Instagram alias, dalam bahasa penulis, “disposable posts”.

Hal ini memang akibat dari, seperti yang saya singgung di awal dibukanya blog ini, spektrum autisme beberapa fans iklan yang sayangnya tidak dipahami oleh masyarakat Indonesia. Atau beberapa orang yang menganggap rekaman iklan ibarat jatuh dari langit, mengingat penetrasi penjualan palwa kosong Betamax dan VHS yang tidak seberhasil VCD dan DVD, dan jarang diantara mereka memahami fungsi player tersebut untuk merekam siaran televisi untuk ditonton lagi di rumah. Bahkan kalau mereka punya playernya dan tahu cara merekam, ada tendensi bahwa iklan dianggap menganggu kenyamanan menonton sehingga mereka merekam acara tersebut dengan remote siap sedia menghentikan rekaman saat iklan mengudara. Hal ini membuat iklan menjadi langka di rekaman acara televisi.

Karena penulis setidaknya memahami keluh kesah para kolektor iklan yang dimaksud, kecuali rekaman iklan yang diunggah oleh biro iklan atau eksekutif iklan dan rekaman iklan TV dari arsip penulis blog SDRT sendiri, tidak ada rekaman iklan televisi yang akan dihadirkan oleh blog SDRT. Penulis akan memfokuskan diri pada iklan majalah dan surat kabar. Karena iklan pada kertas mudah didapat dan tidak memiliki atensi sekeras para ABK mania rekaman TV.

Maafkan saya atas semua kekesalan soal mereka, tapi untuk saat ini, penulis matikan kolom komentar agar anak-anak yang akhirnya masuk blog ini untuk tidak kesetanan minta apa-apa di blog SDRT.