Mie ABC (1994)

Mie ABC - Jawa Pos, 10 Februari 1994
Setelah beberapa lama di selera asal, ABC kini menatap selera pedas. Jawa Pos, 10 Februari 1994

Inilah merk mie yang sebenarnya bisa menjadi pesaing serius Indomie dari Indofood dkk dan terakhir, Mie Sedaap dari Wings. Mie ABC ini adalah mie produksi ABC President, patungan dari ABC Central Foods dan Uni-President Enterprises dari Taiwan. Sayang, pada 1999, ABC Central Foods dicaplok H.J. Heinz Company dari Amerika Serikat, menjadikan perusahaan ini relatif independen.

Produk mie ABC President tidak hanya berupa mi cup alias pesaing Pop Mie yang sayangnya kalah dari segi pangsa pasar (dan bahkan dari penilaian penulis, tidak sampai ke pedagang asongan dan rak kedai mie di kapal-kapal penyeberangan); tetapi juga mi Selera Asal (mie biasa) dan mie Selera Pedas.

Sumber tambahan: http://abcpresident.com/

Deterjen Dino (1982)

Dino - Femina, 7 September 1982
Deterjen legendaris. Femina, 7 November 1982

Era milenial besar kemungkinan tidak tahu dengan merek deterjen Dino yang legendaris ini. Penulis menyebut demikian karena di masanya, merk ini adalah salah satu pesaing serius Rinso dalam pasar deterjen bubuk di Indonesia. Zaman itu belum ada Attack, apalagi So Klin dan Daia yang keseluruhannya baru muncul belakangan. Tiga tahun setelah iklan ini terbit perusahaan Jepang KAO Corporation membentuk kerjasama dengan Dino Indonesia Industrial, perusahaan pembuat deterjen Dino milik Grup Rodamas.

Bila melihat tahun dibentuknya Dino Indonesia Industrial, merk Dino sudah ada sejak 1969. Sayang, merk Dino tidak bertahan lama. Sementara kerjasama Dino dan KAO selesai pada 1997 karena KAO mencaplok Dino Indonesia Industrial….. dan krismon. Mungkin karena KAO tak mau deterjennya saingan dengan Dino kah? Penulis sebagai pengamat kelahiran 1990an kurang memahami pasti.

Referensi tambahan: https://www.kao.com/id/id/about/outline/history/

Susu Bendera (1982)

Susu Bendera - Femina, 30 November 1982
Intisari Alam Yang Sangat Europa. Femina, 30 November 1982

Bernuansa Eropa. Asri. Sapi dilepas dan minum rumput di ladang pertanian. Citra tersebut menggambarkan tagline “inti sari alam sejati” dalam iklan Susu Bendera. Susu ini diproduksi oleh PT Frisian Flag Indonesia milik para peternak sapi Belanda di bawah nama FrieslandCampina. Merk susu ini sudah ada di Indonesia sejak 1922; baru pada 1971 Susu Bendera diproduksi di dalam negeri di pabrik Pasar Rebo, masih dalam bentuk susu kental manis. Sekitar 1979, karena info tidak lengkap, penulis meyakini pada tahun itu susu bubuknya mulai diproduksi di Pasar Rebo.

Kemasan kaleng Susu Bendera kini sudah tidak lagi beredar di pasaran, tetapi lini produk Susu Bendera kini lebih banyak dan lebih bervariasi. Ya, soal iklan, berkat era digital dan turunnya minat pengiklan memasang jualannya di material kertas, kualitas iklannya menjadi sangat hambar, kurang artistik dan tidak mengena seperti iklan ini.

Sumber tambahan: https://www.frisianflag.com/perusahaan-kami/tentang-kami

Hoya Istana Mainan (1990)

Hoya Istana Mainan - Bobo, 14 Juni 1990
Tempat bermain anak metropolitan di masa lalu. Bobo, 14 Juni 1990.

Hoya Istana Mainan, sesuai namanya, sering menjadi memorabilia masa lalu generasi metropolitan 1980an-90an Indonesia, bahkan jingle iklan Hoya masih banyak yang ingat – walau sayangnya, rekamannya belum terlihat di dunia maya. Disini, beberapa mainan-mainan top dan impor di masanya dijual disini, seperti Barbie sampai Sanrio, sampai akhirnya lenyap di tahun 1990an. Entah karena persaingan toko mainan yang makin ketat karena Kidz Station dan toko-toko mainan made in China, atau karena krisis moneter 1998. “Hoya”, menurut Nurul Tryani dari “Kabar Si Dia”, adalah kependekan dari “Honoris Jaya“. Toko mainan inilah asal usul dari Grup Modern yang berjaya di era Orde Baru.

Cukup masuk akal mengapa Hoya menempatkan iklannya di majalah Bobo. Karena iklan ini menuntun anak-anak metropolitan di tahun itu meraih keceriaannya. 1990an memang masa yang sangat berwarna!

Sumber tambahan:

Sarden Gaga (1992)

Gaga Sarden - Kartini, 9 November 1992
Masih tergaga-gagakah sarden Gaga sekarang? Kartini, 9 November 1992

Gagafoods di masanya sepertinya lebih identik dengan makanan kalengan, dan yang pertama diproduksi oleh Gagafoods pada tahun 1988. Anehnya, perusahaan yang menaungi Gagafoods, PT Jakarana Tama, baru didirikan pada tahun 1992 setelah pemiliknya menjual Sanmaru Food Manufacturing ke Indofood. Bingung.

Tinggalkan keadaan korporasi. Iklan ini hampir mirip versi iklan TV-nya – menampilkan karakter ikan dan sapi dalam kaleng. Beberapa mengatakan kalau iklan ini agak aneh dan seram. Tetapi dengan kurangnya memori masyarakat pada iklan ini, baiknya ambil dan tinggalkan. Kornet sapi dan tuna kaleng sudah dihentikan produksinya entah kapan.

Sumber: https://gagafood.co.id/company-profile/ (arsip)

Jadi edisi khusus 17 Agustus-nya udah siap belum? Sayang, SDRT tidak punya bahan cukup untuk menjustifikasi penerbitan edisi khusus 17 Agustus.

Kecap Tropicana Slim (1988)

Kecap Tropicana Slim - Kartini, 25 Juli 1988
Kecap manis bebas gula. Kartini, 25 Juli 1988.

Iklan kecap Tropicana Slim ini juga merupakan pionir (saat ini) dari produk kecap manis yang bebas gula. Terdengar aneh? Penulis saja belum pernah merasakan kecap manis bebas gula. Label “baru” dalam iklan ini menandakan kalau produk ini baru diperkenalkan di Indonesia, sebagai anggota baru dari keluarga produk Tropicana Slim, yang mungkin sudah ada sejak Nutrifood sudah terbentuk, saat iklan ini dicetak di mingguan Kartini. Kemungkinan saja sebelum 1988 sudah diperkenalkan, sayangnya tidak banyak yang penulis tahu karena keterbatasan, bahkan ketiadaan data.

Di atas iklan adalah tulisan yang dengan bangganya mengatakan bahwa kehadiran Tropicana Slim adalah kabar baik bagi penderita diabetes dan hipertensi. Glukosa dan natrium sering menjadi biang masalah bagi penderita kedua penyakit tersebut, dan di titik inilah sepertinya Nutrifood menjadikan diabetes titik inti dari pemasaran produk tersebut.

Hingga saat ini Nutrifood masih memproduksi kecap manis Tropicana Slim, tetapi berdasarkan pengamatan penulis, tidak mudah menemukan kecap manis Tropicana Slim di rak-rak toko Indonesia. Mungkin pada tahun 1980an, saat pertama dimunculkan, produk itu jauh lebih sulit dicari.

Lomba Cipta Lagu Hutan (1987)

Lomba Cipta Lagu Hutan - Gadis, 30 Juli 1987
Hutan pun dijadikan kompetisi lagu. Gadis, 30 Juli 1987.

Dekade 1980an memang dekadenya musik. Banyak kompetisi lagu diselenggarakan untuk tema-tema spesifik, one-off (sekali diadakan), seperti pembangunan, tema dangdut, kepemudaan dan lain sebagainya. Termasuk Lomba Cipta Lagu Hutan ini, yang diselenggarakan hanya pada 9 Agustus 1987 di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki. Tempat tersebut sudah digusur awal Februari 2020, dan tulisan ini diunggah tepat 33 tahun (9 Agustus 2020 20.00 WIB) setelah acara tersebut.

Sayangnya, seperti penulis katakan sebelumnya, SDRT bukan SGPC…… maka referensinya sangat terbatas. Tidak ada informasi soal siapa pemenang Lomba Cipta Lagu Hutan di halaman daring, itupun data dari blog Indolawas tidak menyebutkan secara gamblang. Hanya disebut bahwa kompetisi ini sepi peminat dan hanya dilantunkan oleh musisi-musisi dari wadah Billboard Indonesia, bukan penyanyi juara festival musik sebelum-sebelumnya, sehingga sambutan masyarakat pada kompetisi ini dingin. Yang membuat hal ini terjadi adalah nama bekingan dari penyelenggara: LSM lingkungan Garuda Nusantara kurang bergaung namanya. Walau sekarang masih ada. Mudah-mudahan saya benar, karena ini semua masih belum dibuktikan dari segi empirik.

Dari sudut pandang modern alias Dilanowiec, hanya desertir musik Indonesia yang kini berpaspor Perancis, Anggun C. Sasmi, saja yang banyak orang kenal pernah bernyanyi di kompetisi ini, untuk lagu “Gersang”. Atau Ita Purnamasari yang lebih ngetop dengan Cintaku Padamu, dalam iklan dikatakan hadir melantunkan salah satu lagu di pagelaran ini, yang sayangnya tidak direkam di album finalnya. Paramitha Rusady dan Bangkit Sanjaya-lah yang lagunya masuk album final, seperti yang ada di daftar album. Karena album ini jarang diketahui atau kurang mendapat sambutan, mari kita persembahkan isi lagunya…..

Kopi Kapal Api (1988)

Kapal Api - Kartini, 25 Juli 1988
Mantan Wakil Gubernur Jabar. Kartini, 25 Juli 1988

Jelas Kapal Api masih nikmat. Dan penulis juga menyeruput kopi ini sewaktu-waktu bareng ayah penulis saat pandemi Covid-19 lagi menghajar Indonesia, karena kopinya masih 100 persen orisinal lengkap dengan ampasnya. Dan Deddy Mizwar yang sekarang lebih dikenal karena jabatan Wagub Jawa Barat 2013-18, mungkin masih nyeruput kopi yang sama, atau ganti selera. Aku mana tahu, tapi kopi 100% murni tetap enak dinikmati di segala aktivitas.

Merk Kapal Api sendiri sudah ada sejak 1930-an (bila merujuk ke web lama) sebagai produk dari rumah tangga, pada awalnya bernama Hap Hootjan, sebelum diganti namanya menjadi Kapal Api karena indonesianisasi (Adi Putera Widjaja, hal. 54). Sejak 1970an dan 1980an, nama Kapal Api menjadi semakin menonjol dan gencar beriklan, mulai dari kertas cetak di majalah hingga di layar SCTV.

Produsen dari merk Kapal Api adalah Santos Jaya Abadi, yang juga memproduksi kopi ABC, Good Day dan Ya!. Selain itu ada kopi Excelso yang juga populer di kalangan menengah atas.

REFERENSI: