Perkenalan Penulis Baru

Indovision, Kompas 13 Juni 1995
KOMPAS, 13 Juni 1995

Halo. Saya Ronniecoln, panggil saya begitu saja (karena memang penyuka shippers serial The Loud House dan The Casagrandes). Saya disini menggantikan keberadaan inbalitimur lantaran lebih sibuk mengurus blog Setiap Gedung Punya Cerita dan salah satu grup Facebook yang membahas soal animasi atau kartun sehingga tidak sempat mengurus blog ini dalam waktu yang cukup lama.

Penulis sendiri boleh dibilang cukup tertarik juga dengan iklan lawas lantaran menjadi sebuah “potongan sejarah”, apalagi karena penulis juga lahir pada awal dekade 2000an. Juga rasa keingintahuan penulis yang sangat tinggi. Selain properti, penulis juga tertarik dengan televisi (khususnya berlangganan), teknologi (lebih-lebih telekomunikasi), dan perbankan. Walau demikian, penulis juga usahakan agar membahas ranah yang lain. Setidaknya seminggu sekali atau dua kali dengan batasan sebelum 2010.

Saya disini juga sudah mewakili perasaan pemilik awal blog ini sekaligus berbagi pendapat dengannya tentang apa dan bagaimana iklan jadul tersebut bekerja atau efektif bagi warganet “awam” ataupun yang memang generasi nostalgia itu.

Sama halnya dengan gedung, setiap iklan pasti punya cerita juga. Bagi mereka yang masa mudanya di masa lalu (utamanya anak 70an-90an), iklan tersebut bisa menjadi pelipur lara bagi mereka yang bernostalgia, sedangkan anak 2000an (seperti penulis) ke atas, iklan juga bisa menjadi salah satu sarana untuk mengenal suasana masa lalu. Iklan juga bisa menjadi bukti (bahkan bantahan) bahwa ada produk/jasa yang memang menjadi pionir pada masanya.

Mohon maaf bila tidak semua iklan saya publikasikan karena keterbatasan sumber. Sekian saja dari saya. Terima kasih. 🙂

SDRT dan iklan televisi

Grundig Colour TV
Sorry, No television adverts……… Foto pribadi.

Jika anda menginginkan Sejarah Dari Rak Toko membahas iklan televisi, kabar buruk muncul dari penulis yang melihat langsung, betapa rendahnya apresiasi pada pengunggah rekaman tersebut.

Hal ini bisa dilihat dari komentar orang yang mengoleksi rekaman televisi yang penulis SDRT pernah kontak. Seluruh tanggapan dari mereka, secara tersirat menolak rekaman iklan yang mereka temukan diunggah ke penyedia video semacam YouTube dan Dailymotion akhir-akhir ini, apapun metodenya untuk menyembunyikan rekaman tersebut dan dilihat kalangan tertentu. Ada rasa trauma bahwa iklan mereka yang diunggah dicuri secara tidak bertanggung jawab oleh beberapa orang, dan salah satunya sudah melangkah lebih jauh dengan tidak mengunggah sejak awal. Ia hanya pamer lewat story Instagram alias, dalam bahasa penulis, “disposable posts”.

Hal ini memang akibat dari, seperti yang saya singgung di awal dibukanya blog ini, spektrum autisme beberapa fans iklan yang sayangnya tidak dipahami oleh masyarakat Indonesia. Atau beberapa orang yang menganggap rekaman iklan ibarat jatuh dari langit, mengingat penetrasi penjualan palwa kosong Betamax dan VHS yang tidak seberhasil VCD dan DVD, dan jarang diantara mereka memahami fungsi player tersebut untuk merekam siaran televisi untuk ditonton lagi di rumah. Bahkan kalau mereka punya playernya dan tahu cara merekam, ada tendensi bahwa iklan dianggap menganggu kenyamanan menonton sehingga mereka merekam acara tersebut dengan remote siap sedia menghentikan rekaman saat iklan mengudara. Hal ini membuat iklan menjadi langka di rekaman acara televisi.

Karena penulis setidaknya memahami keluh kesah para kolektor iklan yang dimaksud, kecuali rekaman iklan yang diunggah oleh biro iklan atau eksekutif iklan dan rekaman iklan TV dari arsip penulis blog SDRT sendiri, tidak ada rekaman iklan televisi yang akan dihadirkan oleh blog SDRT. Penulis akan memfokuskan diri pada iklan majalah dan surat kabar. Karena iklan pada kertas mudah didapat dan tidak memiliki atensi sekeras para ABK mania rekaman TV.

Maafkan saya atas semua kekesalan soal mereka, tapi untuk saat ini, penulis matikan kolom komentar agar anak-anak yang akhirnya masuk blog ini untuk tidak kesetanan minta apa-apa di blog SDRT.

Perkenalan

Contoh dari iklan. Spesifiknya, iklan acara di Emporium Pluit pada Juni 2018 di Jakarta. Tapi penulis tidak akan membahas ini karena usianya masih di bawah threshold 10 tahun. DuckTales @ Emporium Pluit, KOMPAS, 5 Juni 2018 hal.

Hi. Jika anda pecinta iklan lawas dan produk-produk yang masih beredar maupun yang pernah beredar di pasar Indonesia, disini tempatnya.

Penulis juga penggemar iklan-iklan lawas dari majalah-majalah jadul yang penulis koleksi atau temukan di pasar liar, baik dari majalah maupun dari rekaman televisi. Namun untuk rekaman televisi, penulis jarang menemukan ya…. kebanyakan rekaman diambil oleh kolektor lain sehingga penulis sepertinya memfokuskan diri pada iklan pada majalah. Tapi tetap saja mereka akan ada. 🙂

Mengapa iklan? Mungkin ada kaitannya dengan sebagian spektrum autisme beberapa pecinta iklan. Tapi iklan tidak hanya menarik mata para pembacanya; itu bukti bahwa produk itu benar-benar ada di Indonesia. Bahwa produk itu, mungkin saja menjadi terobosan di masanya, di pasar di negara dimana selera masyarakat sangat mudah berubah alias bandwagon dan akhirnya tenggelam setelah bertahun-tahun. Bahwa produk tersebut adalah pencipta tren di masanya (trendsetter). Potongan sejarah spesifik tersebut justru ada lewat iklan.

Catatan dari penulis; tidak seperti blog Setiap Gedung Punya Cerita yang juga diurus oleh blogger yang sama dan melibatkan sumber-sumber dari luar Internet, blog “Dari Rak Toko” adalah kebalikan dari SGPC: murni mengandalkan sumber-sumber dari Internet. Tujuannya sedikit lucu, agar akun WordPress si DBG masih bisa digunakan, dan karena sejarah arsitektur benar-benar menarik untuk ditelusuri dibanding iklan. Entah kenapa. Tetapi, tulisan baru dari blog ini diupayakan terbit satu artikel setiap hari Sabtu dan Minggu jam 5 sore, mulai Juli 2020. Artikel dan iklan yang temanya khusus, ditulis di hari acak.

Ada pertanyaan dan saran? Apakah anda tahu biro iklan pencipta iklan tersebut? Apakah anda tahu ada orang terkenal/bintang iklan yang muncul di iklan tersebut? Anda bisa menjawabnya melalui surel saya.

Pantangan dari blog ini satu: usia iklan dilarang berusia di bawah 10 tahun (seperti iklan DuckTales di atas). Iklan otomotif dan properti ditulis ala kadarnya karena sudah ada yang mengulas lebih detil (Mobil Motor Lama dan Setiap Gedung Punya Cerita).